-->

Sunday, December 23, 2012

Pilar-Pilar Kekafiran


1.Kibr (sombong), yang menghalangi untuk tunduk dan patuh.
Rasulullah shallallahu ‘alailhi wa sallam bersabda,
“Kibr adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” [ H.R Muslim (147) ]

2.Dengki, yang menghalangi untuk menerima dan memberi nasehat.
3.Marah, yang mencegah untuk berbuat adil.
4.Syahwat, yang menghalangi untuk beribadah.
Jika keempat pilar ini telah mengakar dan tertancap kuat dalam hati seseorang, maka suatu amalan tidak akan lurus, dan jiwa tidak akan bersih.Kebatilan akan tampak menjadi kebenaran, dan kebenaran akan tampak menjadi kebatilan. Kebaikan akan tampak menjadi keburukan, dan keburukan akan tampak menjadi kebaikan. Dunia akan didekatkan kepadanya dan akhiat akan dijauhkan darinya.
Maka barangsiapa membuka pintu hatinya untuk keempat pilar ini, berarti dia telah membuka pintu-pintu seluruh keburukan pada dirinya, baik keburukan dunia maupun keburukan akhirat. Begitpula sebaliknya, barangsiapa menutupnya, berarti dia telah menutup pintu-pintu keburukan.
Oleh karena itu, jika kibr dalam diri seseorang telah hilang, mudah baginya untuk tunduk. Jika dengki telah hilang, mudah baginya untuk menerima nasehat. Jika kemarahan telah hilang, mudah baginya untuk adil dan tawadhu’. Dan jika syahwat telah ditaklukan, mudah baginya untuk bersabar, menjaga kehormatan diri dan beribadah.
Kibr bagaikan usaha menggulingkan raja, jika dia tidak membinasakan anda, dia akan mengusir anda. Sedangkan dengki bagaikan memusuhi orang yang lebih mampu darinya. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

Pada hakikatnya dengki adalah suatu kebencian terhadap Allah, karena dia membenci kenikmatan Allah yang Dia berikan kepada hambaNya, padahal Allah mencintai nikmat tersebut. Dan dia senang jika kenikmatan itu hilang dari hamba tersebut, padahal Allah membenci hal itu. Maka dia menentang ketetapan dan takdir Allah bersebrangan dengan kecintaan dan kebencian-Nya.
Keempat pilar ini ditimbulkan oleh keterbatasan ilmu tentang Allah dan tentang jiwa. Maka untuk menghilangkan sifat kibr dan dengki adalah  mengenal Allah, mentauhidkan-Nya, ridha dengan-Nya, kembali kepadaNya dan mengetahui sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan Allah serta menyadari akan kekurangan dan kelemahan jiwa kita.

Untuk melepaskan diri dari sifat marah dengan mengenal diri sendiri (jiwa). Bahwa ego tidak berhak untuk dijadikan sebagai sebab kemarahan dan pembalasan terhadap seorang hamba. Karena hal itu berarti mengutamakan jiwa daripada Penciptanya dalam hal keridhaan dan kebencian. Penangkal terkuat untuk mengatasi penyakit ini, hendaklah seorang hamba mengembalikan jiwa tersebut untuk marah dan ridha hanya karena Allah. Mengetahui bahwa amarah bagaikan binatang buas, maka kalahkanlah ia, niscaya setan tidak  akan menguasai anda.
Adapun syahwat, maka obatnya adalah ilmu dan pengetahuan yang benar bahwa menuruti syahwat untuk mendapatkan suatu kesenangan adalah sebab terbesar yang menghalangi dan mencegah jiwa untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan tersebut. Maka setiap kali anda membuka pintu-pintu syahwat untuk jiwa, berarti anda sedang berusaha menghalangi jiwa untuk mendapatkan kesenangannya. Dan setiap kali anda menutup pintu-pintu itu, berarti anda sedang berusaha untuk memberinya kesenangan dalam bentuk yang sempurna. Maka tutuplah pintu syahwat agar pintu kebenaran terbuka abgi anda. Orang yang bisa mengalahkan syahwat dan amarahnya, maka setan akan takut dari bayangnya. Sedankan orang yang takluk kepada syahwat dan amarahnya, dia akan takut dari khayalannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ (٤٠) فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٤١)
40.        Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya
41.  maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at;40-41)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai jiwanya ketik marah”. (H.R Bukhari:6114)

(Dikutip dan diterjemahkan dari kitab Al-Fawaid karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, cet. Darul Yaqin, hlm. 196 dengan sedikit tambahan dan perubahan)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Post a Comment

Komentarlah dengan baik dan bijak,
Anda sopan kami segan.
Jika ada link yang rusak, tolong bertiahu kami.
Terima Kasih.

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com